J.a.i.m’s Diary

Tulis ulang DBExpress wrapper for Python

Hari ini saya mencoba revisit ulang driver DBExpress wrapper untuk python yang kompatibel dengan DB-API, driver ini sebenarnya telah saya buat sebelumnya, namun sepertinya saat itu karena masih banyak instability issue atas project middleware server yang saya kerja, saya coba lepasin untuk meminimalisir permasalahan yang mungkin disebabkan karena driver ini.

Namun setelah host midleware server-nya mencapai tahapan maturity yang cukup baik, sepertinya ini saat yang cukup tepat untuk melakukan revisit, dan sepertinya bisa dikatakan tulis ulang karena kode yang saya buat sebelumnya banyak yang keliru dalam pemanfaatan Python API functionya. Meskipun belum sempat saya test lebih lanjut, kode dasar ini saya postingkan di sini sebagai alternatif pengarsipan.
(more…)

Jasa Preman

Mungkin ini kurang kerjaan, karena sempet-sempetnya menyempatkan diri membahas tentang SPAM, tapi ini menggelitik saya karena SPAM (dari Indonesia) yang saya terima pagi ini cukup menarik, isinya “Penawaran Jasa Preman“.

hai, mungkin saja info ini berguna. Temanku udah pernah pake
jasa ini nagih hutang ke sebuah perusahaan.
Hasilnya bagus and biayanya ngga besar hanya bayar Success Fee
setelah hutang tertagih.
– from: Irena Susilowati <irena.susilowati@gmail.com> (PTUUM)

Saya yakin ada saja yang memang membutuhkan jasa spesifik seperti itu, seperti instansi perbank-an, per-kredit-an, dll, namun karena sifatnya spesifik, mbok ya spammer juga lebih akurat lah dalam mengirimkan spam, jangan main brute-force seperti ini karena untuk yang tidak membutuhkannya, membaca email seperti ini membuat yang membaca jadi ill-feel terhadap perusahaan penyedia jasa tersebut (meski saya bukanlah termasuk yang suka menunggak hutang).

Jython 2.5 alpha dirilis

Berita pagi ini juga cukup menarik, kabar terbaru yang saya dapatkan Jython merilis versi alpha atas python language yang kompatible dengan CPython 2.5. Meski masih dalam taraf alpha, namun rilis ini menarik untuk dieksplorasi sejauh mana kompatibilitas bahasa yang ditawarkan Jython yang tentunya pula akan berdampak pada besar kecilnya probabilitas Jython untuk dapat diintegrasikan dengan library-library yang menggunakan CPython sebagai basis seperti SQLAlchemy, dll.

Seberapa begitu menarikkah Jython ini dibanding CPython? Perlu diketahui, CPython saat ini memiliki kelemahan jika digunakan dalam mesin-mesin berbasis multi-core karena keberadaan GIL membuatnya secara internal hanya satu thread yang aktif dieksekusi (meski sebenarnya ada beberapa thread yang berjalan bersamaan), akibatnya tentu saja hanya 1 CPU yang bisa termanfaatkan. Sebenarnya hal ini bisa sedikit banyak diminimalisir dengan memporting kode-kode yang bersifat kritikal ke dalam extenstion module yang dibuat dengan native language, namun besar kecilnya manfaat sangat bergantung pada bagaimana model kerja kode dalam python yang dieksekusi, begitu juga dengan membuat process instance, dan beberapa solusi lainnya. Saya tidak ingin panjang lebar membahas lebih jauh tentang ini, Guido punya alasan yang kuat dan benar yang mendasari kenapa GIL tetap harus dipertahankan setidaknya di Python300 nanti.

(more…)

DB2-Express di python yang menarik namun menyebalkan

DB2-Express C merupakan RDBMS versi gratis yang ditawarkan oleh IBM sebenarnya sangat menarik untuk menjadi kandidat pilihan karena RDBMS ini tidak membatasi kapasitas penyimpanan (storage) seperti halnya Oracle-Express, atau SQLServer Express Edition, mendukung pemanfaatan multi-core processor hingga 2 core, dan mendukung pemanfaatan memory hingga 2 Gb membuat database ini lebih dari cukup untuk digunakan di level produksi perusahaan skala medium enterprise.

Sudah cukup lama sebenarnya saya mengevaluasi RDBMS ini, tertarik dengan fitur-fitur yang ditawarkannya sebagai high-end database system untuk dijadikan alternatif pilihan RDBMS yang disupport dalam platform yang saya kembangkan. Permasalahannya tinggal satu sebenarnya, namun justru itulah yang paling menyebalkan, python wrapper untuk akses database secara remote masih terbilang immature, sangat buggy. Hanya dalam hitungan menit setelah application server utama dijalankan, ia membuat crash system secara keseluruhan, karena memory corrupt yang menyebabkan python garbage collection tidak bisa menjalankan fungsinya secara normal.

(more…)

Tiburon Sebentar Lagi

Berita pagi ini cukup menarik, Delphi versi terbaru (tiburon) dikabarkan sebentar lagi akan segera dirilis. Versi baru nanti akan membawa beberapa hal baru di dalamnya. Dukungan atas internal VCL terhadap unicode? tentu saja meski sebenarnya bisa dikatakan terlambat (saat kebanyakan bahasa lain sudah mendukung pemanfaatan unicode secara penuh dalam basic library yang mereka sertakan), namun setidaknya better late than never. :)

Namun tentu saja unicode bukan satu-satunya fitur utama, ada banyak fitur lainnya yang cukup menarik dan sangat bernilai, seperti paralel processing library untuk mensupport multicore CPU, DataSnap framework, arsitektur COM dan ActiveX yang diperbarui, dan banyak hal lainnya lagi. :)

sumber:
1. Here Comes Tiburon
2. Unicode database support in Tiburon for Delphi and C++

« Older Posts
 

About Me

Jaimy Azle My name is
Jaimy Azle, hufflepuff, I am a software developer with Delphi and C/C++ as major programming language. Living in Ungaran, Jawa Tengah.

Search

Categories:

Tag Cloud

Friends

Interests

Archives:

Meta:


Get Firefox!
Perhatian: Informasi yang terdapat disini bener-bener hanya merepresentasikan cerita, pengalaman, ataupun pandangan yang merupakan opini pribadi dari saya sebagai ego. Segala hal yang bersifat pandangan ke depan sebenarnya lebih bersifat spekulatif dan bisa saja berobah meski saya bukan bunglon.