J.a.i.m’s Diary

Kupinang Dirimu dengan Basmallah

Memiliki rumah idaman memang benar-benar seperti mentukan pasangan hidup, banyak sekali aspek yang harus dipertimbangkan. Seperti kata teman-teman, rumah itu bukan hanya sekedar tempat berteduh, tapi di sanalah tempat kita mendapatkan kebahagiaan hidup, karena itu harus dipikir secara mendalam karena efeknya adalah secara jangka panjang. Selama hampir satu tahun lamanya saya mengevaluasi berbagai kemungkinan untuk itu, entah itu kemungkinan untuk membangunnya sendiri secara bertahap, atau mengambil perumahan. Ada berbagai argumentasi dan masukan-masukan yang berharga yang saya dapatkan untuk itu.

Alasan biaya yang lebih efisien adalah alasan umum yang saya dapatkan dari teman yang menyarankan untuk membangunnya sendiri, sementara alasan lingkungan yang secara relatif lebih baik adalah argumentasi dari yang menyarankan untuk mengambil perumahan. Kedua-duanya sangatlah layak dipertimbangkan karena bagaimanapun, keterbatasan kemampuan untuk menyediakan anggaran adalah hal yang penting untuk dipertimbangkan agar jangan sampai nantinya kita yang terpontal-pontal karena kebutuhan dana yang melebihi kemampuan kita untuk menyediakannya. Sementara di sisi lain, lingkungan yang relatif lebih baik dan terjamin itu umumnya sulit untuk didapatkan begitu saja. Jangan sampai kita tinggal di lingkungan dimana kesenjangan sosial antara keluarga satu dengan yang lainnya terlalu jauh sehingga mempengaruhi hubungan kemasyarakatan di lingkungan itu. Keamanan lingkungan juga hal yang penting untuk dipertimbangkan, akan percuma kalau kita mendapatkan rumah yang nyaman, sesuai dengan keinginan kita kalau ternyata lingkungan di tempat tinggal kita ternyata tidak aman, setiap harinya akan menyisakan perasaan yang tidak tenang saat kita meninggalkan rumah. Lingkungan juga sangat penting dalam membentuk pola pendidikan anak nantinya (jika kelak sudah memiliki anak) karena bagaimanapun nantinya anak-anak pun akan berbaur dengan lingkungannya, lingkungan yang baik tentunya akan ikut mendorong anak untuk menjadi baik pula (mudah-mudahan), begitu pula sebaliknya.

Selama hampir beberapa bulan lamanya saya mencoba menemukan pilihan yang sempurna, entah itu dengan mencari kavling siap bangun, rumah jadi di lingkungan penduduk, ataupun mengevaluasi lokasi di beberapa perumahan. Dari sekian banyak alternatif pilihan, akhirnya satu per satu mulai berguguran, entah karena lokasi baik namun tidak didukung dengan lingkungan yang baik, atau justru malah sebaliknya, ada juga yang baik secara lokasi dan lingkungan namun harganya ternyata tidak terjangkau, sementara di perumahan, beragam juga masalahnya, perumahan yang relatif terjangkau ternyata tidak didukung dengan kualitas bangunan yang baik, demikian pula sebaliknya.

Ketika harga BBM naik, ternyata itu berimbas pula terhadap harga properti yang ada, dan itu membuat cukup gigit jari karena kenaikannya ternyata hampir mencapai 20% dari harga sebelumnya. Ini sungguh menyebalkan, ditambah lagi sebentar lagi lebaran dan dari yang umumnya terjadi, event lebaran biasanya merupakan salah satu pemicu kenaikan inflasi di negeri ini sehingga keputusan harus diambil cukup cepat. Saya akan memilih yang mana, yang berada di tengah-tengah, antara kemampuan finansial, kualitas rumah yang baik, dan lingkungan yang juga baik. Setiap kali ada pameran saya coba kunjungi, dan bertanya-tanya pada sedetil mungkin di setiap stand yang ada.

Satu hari tiba-tiba saja seorang marketing Sidosari Townhouse menelepon saya, menawarkan discount berupa cashback untuk setiap pembelian rumah, tidak besar memang jumlahnya, namun cukup membantu meringankan beban finansial sehingga total biaya keseluruhan relatif berada dalam batas atas kemampuan finansial saya saat ini. Secara kualitas banguan, perumahan di sana sangat baik, dan ditunjang dengan lingkungan yang relatif sudah mulai terbentuk dengan baik pula, namun sebelumnya harga perumahan ini bisa digolongkan masuk dalam kategori mahal. Saya mencoba mengevaluasi pembiayaan perumahan tersebut beserta keluarga di rumah, termasuk ekspektasi pendapatan di masa depan. Setelah beberapa anggota keluarga mendatangi lokasi, dan melihat sendiri, syukur alhamdulillah tanggapan mereka ternyata positif terhadap lokasi tersebut. Terakhir, saya mencoba bertanya pada diri saya sendiri, dan alhamdulillah, intuisi saya mengatakan lokasi tersebut layak untuk dimiliki.

Akhirnya, dengan membaca “Bismillahirrahmanirrahim“, saya menguatkan diri sendiri bahwa saya akan mampu, dan siap dengan keputusan besar untuk merealisasikan cita-cita saya untuk memiliki rumah sendiri secara mandiri, mudah-mudahan Allah SWT menunjukkan jalan terbaik bagi saya, dan Insya Allah, semoga pilihan saya ini tidak lah salah. Demikainlah pada akhirnya, dengan jabat tangan dan senyum bahagia saya berkata “kupinang dirimu dengan basmallah“.

C.O.M.M.E.N.T.S:

Listed below are comments from my friends regarding to this entry. If you wish, you may also add a comment by clicking new comment.

  1. Selamat ya prends. Semoga rumah tersebut menjadi rumah yang diberkati :)

    Comment by Bayu — 2 September, 2008 @ 10:27 am

  2. Selamat.. selamat..

    Comment by Anis — 7 September, 2008 @ 4:45 am

  3. Alahmadulillah, yakinlah bahwa semua niat baik akan berjalan dengan baik pula…mulailah dengan melakukan semua yang baik dirumah yang baru…
    Kapan-kapan main ahhhh…..:)

    Comment by idar — 9 September, 2008 @ 7:39 am

  4. selamat buat rumah barunya ^^
    “rumah” saya jg baru hehe

    Comment by geekgirl — 14 September, 2008 @ 7:36 pm

  5. Selamat,
    Barometer kemandirian sebuah keluarga salah satunya adalah lepas dari induk. wah…lebih lagi rumah yang didapat dari jerih payah keringat sendiri….

    Comment by tomboati — 25 September, 2008 @ 9:11 am

  6. assalamualaikum mas jaim,baru mampir neh…selamat ya Dede baru lahir di rumah yang baru juga ^_^

    Comment by Rose — 3 January, 2009 @ 4:10 am

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment:








 

About Me

Jaimy Azle My name is
Jaimy Azle, hufflepuff, I am a software developer with Delphi and C/C++ as major programming language. Living in Ungaran, Jawa Tengah.

Search

Categories:

Tag Cloud

Archives:

Meta:


Get Firefox!
Perhatian: Informasi yang terdapat disini bener-bener hanya merepresentasikan cerita, pengalaman, ataupun pandangan yang merupakan opini pribadi dari saya sebagai ego. Segala hal yang bersifat pandangan ke depan sebenarnya lebih bersifat spekulatif dan bisa saja berobah meski saya bukan bunglon.