J.a.i.m's Diary

Keadilan? Itu cuma seperti Mimpi

Dalam hati saya kadang suka ngebatin, kapan sih sebenarnya yang namanya keadilan sosial itu benar-benar ada di negeri kita? koq ya rasanya ndak ada. Sebagai contoh untuk kasus di bawah ini aja:

Dani dijerat dengan Pasal 22, Pasal 38, dan Pasal 50 UU No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp 600 juta.
   -- sumber: http://www.tempointeraktif.com

dan coba bandingkan dengan yang ini:

Andi Nirwan, anggota Fraksi PPP dari DPRD Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan, terbukti menggunakan ijazah palsu untuk mendafatarkan diri sebagai caleg. Andi divonis 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun, plus denda Rp 3 juta.
   -- sumber: http://www.panwaspemilu.org

Padahal coba kalau dilihat dengan kacamata yang lebih jauh, sejauh mana sih motivasi seorang hacker muda untuk merusak negaranya, oke lah mungkin ia tidak tau akibat lanjut dari perbuatannya, lebih pada sekedar ingin menunjukkan eksistensinya sebagai hacker. Tapi coba kalau melihat kasus yang ke dua, apa ada orang yang dengan sengaja membohongi rakyat sekedar untuk menunjukkan eksistensinya? rasanya ndak, kalau dilihat dari umur pun, rasanya ndak pantas lagi kalau dikorelasikan motivasinya serupa dengan yang dilakukan si Dani tadi.

Saya ndak ingin secara subjektif menuduh, namun coba lihat kenyataannya saat ini. Kerugian yang ditimbulkan Dani barangkali dalam bahasa politisnya itu merusak kehidupan bernegara, tapi gimana dengan si Bapak itu tadi? katakanlah ia lolos investigasi, apakah kira-kira si Bapak itu tadi bisa membawa aspirasi? dan itu akan terjadi selama LIMA TAHUN KE DEPAN kita dibodohi si Bapak tadi. Sedangkan dia melakukan itu tentunya karena ingin bertahan menikmati kursi yang mungkin sudah pernah dinikmati, dan tidak rela jika ia harus turun hanya karena ijasahnya ndak memenuhi syarat, untuk kepentingan apa? masyarakat? jelas bukan, itu kepentingan pribadi. Mana sih yang lebih merusak, dan bagaimana keadilan itu menyentuhnya?

Sering sekali kita dengar kasus-kasus seperti itu di sekeliling kita, masalahnya sekarang mau kemana kita mau menuntut keadilan? kepada apa kita bisa menaruh rasa percaya? hukum dan keadilan sekarang ini benar-benar hanya milik para hartawan, pejabat, dan yang berpangkat.

Dulu sekali saya ndak percaya ketika seorang sepuh mengatakan bahwa sebentar lagi bakal ruwet, akan butuh banyak pengorbanan, dan darah untuk mengatasi semua keruwetan itu. Waktu itu buat saya omongan itu benar-benar seperti pepesan kosong yang mungkin banyak terdapat di majalahnya para dukun. Tapi sekarang setelah hampir delapan tahun perjalanan, kalaupun saya percaya saya mungkin membatin, masih perlu berapa banyak lagi pengorbanan yang dibutuhkan? seberapa banyak lagi darah yang musti terciprat?

Apa yang terjadi sekarang? bahkan kita ndak punya sosok pemimpin yang bisa benar-benar menjadi seorang pemimpin, bahkan kursi presiden pun sekarang seolah cuman sebagai piala bergilir. Apa artinya? siapapun yang jadi presiden keadaan ini ndak akan berubah, karena ya masih golongan-golongan yang cuman memikirkan diri-nya sendiri itu juga yang akan duduk di sini dan di sana. Selama kita ndak tergerak untuk membentuk tatanan sistem baru yang berbeda dari apa yang ada saat ini kita ndak akan pernah bisa keluar dari lingkaran setan ini.

Tapi masalahnya sekarang apa yang bisa diperbuat? apa yang bisa dibuat? Bicara sampai mulut berbusa pun saat ini hanyalah seperti onani, namun tetap diam pun seperti menahan hasrat yang tak tersalur, mau kemana? ngenuke site orang? sama saja bohong. Adakah kesempatan untuk berbuat? damned!!! berpikir tentang ini cuman membuat diri menyesal terlahir di jaman edan ini.

T.R.A.C.K.B.A.C.K:
Listed below are links to weblogs that reference this entry. Were you wish to trackback this entry, just copy and paste the URL below to your blog posting.
Otherwise, if you wish to add a comment to this entry, please click new comment.

C.O.M.M.E.N.T.S:
Listed below are comments from my friends regarding to this entry. If you wish, you may also add a comment by clicking new comment.

hmm..setelah baca postingan ini, jadi mikir...keadilan? hicks :(

antara boss sama karyawan aja suka susah negakin keadilan...apalagi negara yach?

» Posted by: echa at May 1, 2004 08:08 AM

keadilan itu utopia...

» Posted by: fantaorenz at May 6, 2004 08:07 AM

keadilan itu utopia...

» Posted by: fantaorenz at May 6, 2004 08:08 AM

Post a comment







Remember personal info?






 

Search

Archives


Get Firefox!
Perhatian: Informasi yang terdapat disini bener-bener hanya merepresentasikan cerita, pengalaman, ataupun pandangan yang merupakan opini pribadi dari saya sebagai ego. Segala hal yang bersifat pandangan ke depan sebenarnya lebih bersifat spekulatif dan bisa saja berobah meski saya bukan bunglon.