J.a.i.m's Diary

The first time kiss the girl

Chinesse Lake adalah danau taman yang aku sebelumnya sama sekali tak pernah tahu keberadaanya di negara ini. Langit sore yang berwarna jingga membuat tempat itu semakin terasa nyata sebagai taman impian akan negeri cina yang sebelumnya hanya bisa kubayangkan dari lukisan-lukisan. Rerumputan hijau menghampar, tempat-tempat peristirahatan di pinggiran danau, dan wangi aroma khas tubuhnya membuat waktu seakan berputar ke masa kejayaan kerajaan tiongkok di masa silam.

Aku berjalan berpegangan tangan, mengutarakan kekagumanku akan tempat ini, dan ia hanya memandangku sembari tersenyum, mengutarakan rasa jenuhnya dari rutinitas dan sibuknya singapura setiap harinya, dan menceritakan kisah-kisah tentang leluhurnya di negeri cina. Dan entahlah, baru kali itu kurasakan hal yang aneh terjadi padaku yang belum pernah kurasakan sebelumnya sejak pertama bersamanya. Dadaku jadi berdegup dan aku tiba-tiba jadi demikian bodoh bahkan hingga tak tau harus bicara apa.

Aku berusaha menghilangkan keteganganku dengan mengajaknya duduk di bangku, tapi tidak pula aku merasa nyaman, sebaliknya degupan itu terasa semakin kencang. Aku paksakan untuk memecah suasana itu dengan bercerita tentang kekonyolan-kekonyolan teman-teman kami di kelas, atau tetangga di sebelah flat yang disantroni polisi karena membunyikan tape terlalu keras. Ia mendengarkan, sekali-kali mengomentari, tertunduk menutup bibir mungilnya dengan kedua tangannya sembari menahan tawa, atau memandangiku.

Tapi kurasakan dua mata itu begitu indah untuk kupungkiri, memandangku begitu lembut dan syahdu diantara langit sore yang menjingga, dan aku tak lagi kuat untuk terbangun dari khayalanku. Laksana dewi yang kedatangannya seolah hanya dalam mimpi, aku begitu mengagumi keindahan itu dan ingin senantiasa dekat, dekat, dan semakin dekat. Aku tak ingin bangun dari mimpi itu, pun aku tak punya kemauan untuk mengakui antara mimpi dan kenyataan. Dan aku terbang bersama seluruh khayalku ketika bibir lembut basah nan harum itu bertemu dan berpagut. Tak ada kata cinta, bahkan tak ada kata-kata, hanyalah dua hati yang bicara.

      Singapore, December 1993

T.R.A.C.K.B.A.C.K:
Listed below are links to weblogs that reference this entry. Were you wish to trackback this entry, just copy and paste the URL below to your blog posting.
Otherwise, if you wish to add a comment to this entry, please click new comment.

C.O.M.M.E.N.T.S:
Listed below are comments from my friends regarding to this entry. If you wish, you may also add a comment by clicking new comment.

wah! tulisannya bagus! ikutan April Project (http://apri.cinila.com) dong

» Posted by: maknyak at May 7, 2004 10:15 PM

Nice memory should be always remember. Kamu juga gak kalah nih sama ilalang patah!

» Posted by: arnoffee at May 9, 2004 11:07 PM

wohooo hehe first time kiss gal yach di sini hihi..

» Posted by: sista at June 14, 2004 08:23 AM

Post a comment







Remember personal info?






 

Search

Archives


Get Firefox!
Perhatian: Informasi yang terdapat disini bener-bener hanya merepresentasikan cerita, pengalaman, ataupun pandangan yang merupakan opini pribadi dari saya sebagai ego. Segala hal yang bersifat pandangan ke depan sebenarnya lebih bersifat spekulatif dan bisa saja berobah meski saya bukan bunglon.