J.a.i.m's Diary

Bagian penting tubuhmu

resonansi31.jpgIbuku selalu bertanya padaku, apa bagian tubuh yang paling penting. Bertahun-tahun, aku selalu menebak dengan jawaban yang aku anggap benar. Ketika aku muda, aku pikir suara adalah yang paling penting bagi kita sebagai manusia, jadi aku jawab, "Telinga, Bu." Tapi, ternyata itu bukan jawabannya.

"Bukan itu, Nak. Banyak orang yang tuli. Tapi, teruslah memikirkannya dan aku menanyakan lagi nanti."

Beberapa tahun kemudian, aku mencoba menjawab, sebelum dia bertanya padaku lagi. Sejak jawaban pertama, kini aku yakin jawaban kali ini pasti benar. Jadi, kali ini aku memberitahukannya. "Bu, penglihatan sangat penting bagi semua orang, jadi pastilah mata kita."

Dia memandangku dan berkata, "Kamu belajar dengan cepat, tapi jawabanmu masih salah karena banyak orang yang buta."

Gagal lagi, aku meneruskan usahaku mencari jawaban baru dan dari tahun ke tahun, Ibu terus bertanya padaku beberapa kali dan jawaban dia selalu, "Bukan. Tapi, kamu makin pandai dari tahun ke tahun, Anakku."

Akhirnya tahun lalu, kakekku meninggal. Semua keluarga sedih. Semua menangis. Bahkan, ayahku menangis. Aku sangat ingat itu karena itulah saat kedua kalinya aku melihatnya menangis. Ibuku memandangku ketika tiba giliranku untuk mengucapkan selamat tinggal pada kakek.

Dia bertanya padaku, "Apakah kamu sudah tahu apa bagian tubuh yang paling penting, sayang?"

Aku terkejut ketika Ibu bertanya pada saat seperti ini. Aku sering berpikir, ini hanyalah permainan antara Ibu dan aku.

Ibu melihat kebingungan di wajahku dan memberitahuku, "Pertanyaan ini penting. Ini akan menunjukkan padamu apakah kamu sudah benar-benar "hidup". Untuk semua bagian tubuh yang kamu beritahu padaku dulu, aku selalu berkata kamu salah dan aku telah memberitahukan kamu kenapa. Tapi, hari ini adalah hari di mana kamu harus mendapat pelajaran yang sangat penting."

Dia memandangku dengan wajah keibuan. Aku melihat matanya penuh dengan air. Dia berkata, "Sayangku, bagian tubuh yang paling penting adalah bahumu."

Aku bertanya, "Apakah karena fungsinya untuk menahan kepala?"

Ibu membalas, "Bukan, tapi karena bahu dapat menahan kepala seorang teman atau orang yang kamu sayangi ketika mereka menangis. Kadang-kadang dalam hidup ini, semua orang perlu bahu untuk menangis. Aku cuma berharap, kamu punya cukup kasih sayang dan teman-teman agar kamu selalu punya bahu untuk menangis kapan pun kamu membutuhkannya."

Akhirnya, aku tahu, bagian tubuh yang paling penting adalah tidak menjadi orang yang mementingkan diri sendiri. Tapi, simpati terhadap penderitaan yang dialamin oleh orang lain. Orang akan melupakan apa yang kamu katakan. Orang akan melupakan apa yang kamu lakukan. Tapi, orang TIDAK akan pernah lupa bagaimana kamu membuat mereka berarti.

NB: Tulisan ini dikutip dari harian suaramerdeka, saya letakkan di sini semata-mata untuk keperluan arsip pribadi. sumber asli artikel ini bisa dilihat di sini.

T.R.A.C.K.B.A.C.K:
Listed below are links to weblogs that reference this entry. Were you wish to trackback this entry, just copy and paste the URL below to your blog posting.
Otherwise, if you wish to add a comment to this entry, please click new comment.

C.O.M.M.E.N.T.S:
Listed below are comments from my friends regarding to this entry. If you wish, you may also add a comment by clicking new comment.

bukan bahuuuu... DADA.. adohhh.. masak nangisnya di bahu. di DADA donk. baru enak. adem rasanya. :D

hihi... nice article, im

» Posted by: sa at August 21, 2004 05:19 PM

apaan nich? gw kok gak bisa nangkep di mana hehehe.. dada? bahu? otak (tambah pandai)?

nice post!

» Posted by: geekgirl at August 21, 2004 06:31 PM

jawabannya 'hati' ..... kah(?)

» Posted by: intan at August 21, 2004 06:40 PM

well .. sebenarnya semua penting dan sama pentingnya...

waktu dan permenungan yang membuat pintar itu akan sampai pada kesimpulan ini .

at least when we reason ear of hearing and eyes for seeing, nose for smelling, this for that and bla for bleh, we will always come to the functions of other organs.

» Posted by: smurf at August 21, 2004 08:23 PM

jadi apa dunks yaa......*binun sendiri*

» Posted by: vierz at August 23, 2004 12:39 PM

hihihi liat photonya tak kirain mau ngebahas tentang apa... ternyata..ohh... ternyataaa.... hehehe

» Posted by: leli at August 23, 2004 01:29 PM

kalau liat gambarnnya si encep barusan nge blesss yaaaa tapi jng selalu lupa doa mengawalinya karena berangkat dari situ kesinambungan zuriat jadi anak derhaka tooo sebaliknya asyikkkk

» Posted by: taufik at August 23, 2004 08:41 PM

gua rasa juga emang hati deh.. *kompakan sama geeqy*.. tapi banyak juga ya orang yang ga punya hati.. apa ya? kalo dah dijawab *bener* sama ibunya.. bagi2 tau yaa..

» Posted by: alid at August 23, 2004 09:10 PM

jadi.. jawabannya apa?? penasaraann..!

» Posted by: dv at August 23, 2004 10:06 PM

tak pikir cerita apaan.. abis liat gambarnya kok vulgar pisan

» Posted by: tantri at August 24, 2004 01:56 PM

otak yah ? :D abis tambah lama "makin pintar". =)

» Posted by: randi at August 25, 2004 05:21 AM

daleeeeeeem..... heheheeh ;)
pa kabar bang jaim :P

» Posted by: arb3i at August 26, 2004 02:50 PM

bener bener penasaran dah gw... jadi pen ketemu ibu-nya mas jaim dan bertanya langsung kebeliau

» Posted by: kevin's mom at August 27, 2004 01:10 PM

met wiken ya...btw SBnya knapa ga muncul:(

» Posted by: enno at August 27, 2004 03:28 PM

Hati kaan...?!

» Posted by: Ranukama at September 8, 2004 08:27 AM

Post a comment







Remember personal info?






 

Search

Archives


Get Firefox!
Perhatian: Informasi yang terdapat disini bener-bener hanya merepresentasikan cerita, pengalaman, ataupun pandangan yang merupakan opini pribadi dari saya sebagai ego. Segala hal yang bersifat pandangan ke depan sebenarnya lebih bersifat spekulatif dan bisa saja berobah meski saya bukan bunglon.