J.a.i.m's Diary

Kampanye: Stop Beri Uang, Beri Kami Kesempatan

stop_ngamen.jpg Kemarin iseng-iseng mampir ke blog-nya Thomas, sebelum sempet baca isi postingannya, mata dan ketertarikan saya udah langsung beralih dan tertuju sama banner yang terpasang di sana. Bener, perasaan yang muncul setiap kali stop di perempatan jalan itu muncul lagi. Dari dulu saya sering kali bertanya sebenarnya seberapa jauh sih manfaat atas setiap recehan yang kita berikan buat mereka, anak-anak yang ada di jalanan itu. Bukan berarti saya pelit, namun melihat mereka yang terlalu kecil untuk mencari uang di jalanan, saya bertanya kemana orang tua mereka? atau apakah orang tuanya sengaja menyuruh mereka untuk ikut ada di jalan?

Di waktu lain saya melihat mereka-mereka yang udah remaja berambut punk, dengan peniti-peniti yang terpasang pada telinga, hidung, bibir bawah, dan alis mata mereka, lebih mirip preman. Di antara mereka ada seorang anak perempuan yang berpenampilan yang ndak kalah dengan teman-teman lainnya. Untuk beberapa saat saya memandangnya, pikiran saya melayang seperti ini kah hasil akhir dari setiap recehan yang saya berikan untuk mereka di perempatan jalan? ndak ada kah jalan untuk menyelamatkan anak perempuan itu dari kerasnya kehidupan jalanan, perempuan itu rawan jadi objek kekerasan seksual. Kasihan...

Eh, Rupanya ada diantara mereka yang memperhatikan saya, dan ia ..cemburu.. bersama lima rekannya ia mengerubungi mobil saya.

"Ada apa liat-liat?"...
Saya kan kaget tiba-tiba ada para pengamen berpakaian a'la preman mengerubungi mobil saya,
"Lah kenapa emangnya, saya kan ndak ngapa-ngapain."
Dasar emang lg cemburu, dia mungkin agak naik pitam. Seorang teman lainnya, yang kebetulan menerima receh pemberian saya menariknya untuk menyudahi, ia kemudian memperhatikan pacar saya yang duduk di samping.. dan lampu itu hijau..
"udah toh mas.. syukurin apa yang kamu punya aja. punya kamu ayu koq, nikmatin mas.. nikmatin..." katanya sambil berlalu
Dari pada ribut, lagian lampu dah hijau, saya jalan aja. Feby di sebelah udah tegang aja, takut..

Dari pengalaman-pengalaman seperti itu, saya berpikir.. andai mereka punya kesempatan yang sama seperti saya, mungkin mereka ndak akan berada di sana. Kesempatan itu lah yang mungkin ndak semua orang mendapatkannya. Masalahnya ndak adakah cara yang bisa kita lakukan untuk memberikan mereka kesempatan itu? kesempatan untuk menjadi yang lebih baik dari apa yang mereka lakukan di jalanan itu.

Dan ketika saya melihat ada orang yang menggalang Kampanye "Stop Beri Uang, Beri Kami Kesempatan", saya sangat dukung kegiatan mulia ini. Mudah-mudahan dengan ini kita bisa membantu memberikan mereka kesempatan itu.


T.R.A.C.K.B.A.C.K:
Listed below are links to weblogs that reference this entry. Were you wish to trackback this entry, just copy and paste the URL below to your blog posting.
Otherwise, if you wish to add a comment to this entry, please click new comment.

C.O.M.M.E.N.T.S:
Listed below are comments from my friends regarding to this entry. If you wish, you may also add a comment by clicking new comment.

iya tuh... seharusnya mereka dikasih kesempatan! gmn ya caranya supaya mereka itu social statusnya naik? kadang kasian ngeliat mereka yang terus menunggu berkah dan hanya berniat untuk menikmatinya tanpa mau kerja keras untuk berkah selanjutnya...
what for us to do?

» Posted by: nama saya patty at December 12, 2004 06:52 PM

anehnya mereka malah kadangkala bikin sebel, dan bukannya membuat kita bersimpati atau berempati. Liat saja, mereka begitu segar bugar, fisiknya kuat dan sebagainya. Liat pakaiannya, mereka juga ikut tren. Celana baggy, baju ngejreng.

Kalau kita mau beri mereka kesempatan unutk melakukan hal laen selain ngamen, dan meminta-minta, apa yang bisa kita berikan? Gimme a clue...

» Posted by: toni at December 17, 2004 08:42 AM

anehnya mereka malah kadangkala bikin sebel, dan bukannya membuat kita bersimpati atau berempati. Liat saja, mereka begitu segar bugar, fisiknya kuat dan sebagainya. Liat pakaiannya, mereka juga ikut tren. Celana baggy, baju ngejreng.

Kalau kita mau beri mereka kesempatan unutk melakukan hal laen selain ngamen, dan meminta-minta, apa yang bisa kita berikan? Gimme a clue...

» Posted by: toni at December 17, 2004 08:43 AM

Post a comment







Remember personal info?






 

Search

Archives


Get Firefox!
Perhatian: Informasi yang terdapat disini bener-bener hanya merepresentasikan cerita, pengalaman, ataupun pandangan yang merupakan opini pribadi dari saya sebagai ego. Segala hal yang bersifat pandangan ke depan sebenarnya lebih bersifat spekulatif dan bisa saja berobah meski saya bukan bunglon.