J.a.i.m's Diary

Roy Suryo: Sebuah Opini

Fenomena "Hi Roy™" sepertinya emang sudah ndak lagi asing di telinga kita yang akrab dengan dunia telematika, bahkan komentar-komentar yang kerap muncul pada artikel-artikel di sejumlah blog-pun seringkali terkesan menjadi ungkapan-ungkapan bernada sinis terhadap berbagai pemberitaan, komentar, aktivitas, ataupun hal-hal yang pernah dilakukan oleh KRMT Roy Suryo Notodiprojo KRMT Roy Suryo Notodiprojo yang kebetulan disebut sebagai salah seorang pakar multimedia di Indonesia.

Saya ndak bermaksud ikut-ikut mencela, ataupun membela karena ingin menjadi salah satu dari sekian tokoh "Pahlawan Kesiangan" yang lain, namun secara pribadi saya merasa terkadang pemberitaan miring tentang Roy Suryo cenderung berlebihan dan (mungkin karena pernah memiliki pengalaman buruk secara langsung dengan Roy Suryo atas pendapat Roy di masa lampau) jadi terkesan sudah tidak lagi mempercayai sehingga terkesan seperti kurang memperhatikan kemungkinan atas hal-hal yang bisa saja menjadi latar belakang sehingga seorang Roy berpendapat seperti itu.

Terus terang, kening saya pun berkerut ketika Roy Suryo menyatakan bahwa informasi yang terdapat pada metadata/exif dari foto-foto yang kebetulan berformat JPEG bisa digunakan sebagai i.d.e.n.t.i.f.i.k.a.s.i dan pembuktian atas validitas/kesahihan gambar termasuk terhadap aksi nudis aktris Sukma Ayu bersama sang pacar yang sempat membuat heboh.

Roy menunjukkan data-data yang terlacak oleh alatnya. Dan Roy memastikan alatnya itu tidak bisa diedit oleh software apapun. Dan jika diedit atau cropping, data tersebut diyakini akan hilang sendirinya. "Itu memang kesepakatan internasional dan tidak boleh dilanggar," tegas Roy. Dengan data itulah, Roy berani memastikan kalau foto Sukma-B`jah adalah bukan rekayasa. Kalau keduanya tetap menolak, menurut Roy, itu hak mereka. "Saya sebenarnya ingin menolong dia," kata Roy.
   --- Sumber: Bibir Plus

Banyak orang yang menentang pendapat ini, tentu saja karena memang sangat mungkin kita membuka-buka atau bahkan mengacak informasi yang terdapat dalam bagan metadata tersebut, apalagi bagi yang memang bergelut di bidang software development, tentu hanya membutuhkan sedikit waktu untuk merubah mengubah isi dari informasi tersebut. Saya tidak ingin memperpanjang pembahasan yang sudah banyak terdapat di internet dan bisa di googling sendiri.

Namun di balik semua itu, terlepas dari apa akibat yang ditimbulkannya, positif ataupun negatif. Lembaga seperti kepolisian saya yakin memang membutuhkan keberadaan sosok seperti Roy yang bisa dan berani menyatakan secara tegas satu simpulan atas sekian banyak data yang terlihat abu-abu sehingga mereka pun bisa menyetakan secara tegas "ini benar" dan "itu salah" secara hukum. Asumsi dan probabilitas data utama tidak valid tentunya tetap ada, dan saya yakin seorang Roy Suryo pun menyadarinya. Tanpa adanya data pendukung yang dapat dipercaya, tidak mungkin Roy Suryo akan mengatakan secara gegabah atas hal-hal yang bisa berbalik menyerang dirinya. Sayangnya seringkali tidak selalu data-data pendukung tersebut bisa ikut pula disampaikan pada publik. Ini yang pada akhirnya menjadi pertanyaan tak terjawab dan terkesan seperti pembodohan massal.

Masalahnya tidak semua orang bisa berani membuat pernyataan berdasar data utama yang abu-abu, sementara tidak semua data pendukung layak dipublikasikan, meski sebenarnya data pendukung tersebut adalah valid. Barulah seorang Roy yang bisa dan berani berbuat seperti itu. Saya ndak bermaksud memuji, namun jika memang seluruh pernyataan Roy Suryo sebenar-benarnya 100% adalah omong kosong dan tidak bisa dipercaya, maka seharusnya ia sudah tidak eksis lagi di dunia telematika, namun ia tetap mendapat kepercayaan itu, meski saya pun ndak ndak tau sampai kapan.

Apakah hal ini karena usaha pembodohan massal yang dilakukan oleh Roy Suryo berhasil? jika pertanyaan seperti ini sampai terlintas, maka bukan hal mustahil barangkali kita lah yang terlalu tinggi memandang diri kita sendiri dan menganggap masyarakat begitu bodohnya hingga bisa dibodohi oleh seorang Roy. Dasar pemikiran seperti inilah yang membuat saya pada akhirnya setuju atas pernyataan berikut:

On Wednesday, Jan 26, 2005, 10:33:19 AM, Mas Wigrantoro wrote:

akhir kata, tengok ke dalam kekuatan dan kepandaian kita masing-masing, cermati posisi keahlian kita di antara keahlian orang lain di masyarakat, praktekkan keahlian kita sebagai sumbangsih kepada negara dan bangsa dalam profesi kita masing-masing dengan sinergi dan harmoni.

Jauhilah upaya merendahkan keahlian orang lain, meski mereka hanya petani di desa terpencil yang tidak pernah mengenyam pendidikan formal sekalipun.

salam,
maswig

Akhir kata, ini hanyalah opini saya pribadi, semua hal yang saya ungkapkan bukan karena saya mengenal, mengetahui, ataupun bisa memaparkan beserta bukti, melainkan hanyalah bersifat asumtif saja.

T.R.A.C.K.B.A.C.K:
Listed below are links to weblogs that reference this entry. Were you wish to trackback this entry, just copy and paste the URL below to your blog posting.
Otherwise, if you wish to add a comment to this entry, please click new comment.

C.O.M.M.E.N.T.S:
Listed below are comments from my friends regarding to this entry. If you wish, you may also add a comment by clicking new comment.

Hi Roy!™

» Posted by: adi wahyu at January 28, 2005 04:39 AM

Uhhuiiii Roy lagi :p

"ai, oy!™" *sambil mulut ditutup*

» Posted by: Syahrani at January 28, 2005 07:00 AM

hi oy!

» Posted by: arjuna at January 28, 2005 07:03 AM

Coba anda cek ke polisi, apakah mereka memang "butuh" RS? Kebetulan saya pernah menerima curhat tentang dia dari "oknum" polisi.

» Posted by: andika at January 28, 2005 10:23 AM

tidak ada asap tanpa api. kalau anda memang ikut milis telematika, tentu saja ikut menerima posting dari adnan seperti ini:

-- begin quote

PR setahu saja adalah singkatan dari public relation.
Kalau kita lihat dari kata kata ini, artinya tugas PR
adalah menjalin komunkasi dengan public agar terjadi
relasi. artinya, semakin gencar suatu kegiatan public
relation dilakukan semakin banyak relasi, teman, dan
kawan yang didapat.

Kalau kegiatan yang dianggap sebagai PR itu ternyata
menghasilkan lebih banyak musuh daripada kawan,
artinya para pelaku PR ini harus muhasabah /
introspeksi. Kenapa hal baik yg dikomunikasikan itu
malah menimbulkan permusuhan ?

Saya khawatir, yang kita komunikasikan ini bukannya
kebaikan tetapi ego kita.

-=adnan=-


-- end quote

btw, lain kali tolong cek URL yang anda referensikan, link wikipedia yang anda cantumkan di atas tidak ada. nanti klaim roy suryo bahwa blog adalah sumber yang tidak dapat dipercaya makin kuat akibat tulisan anda.

» Posted by: ryosaeba at January 28, 2005 11:09 AM

Ryo: thx, URL Roy Suryo di wikipedia tersebut ternyata udah ndak valid lagi. tapi saya berhasil menemukan cached-nya dari:

encyclopedia.thefreedictionary.com

tapi sayapun ndak tau sampai kapan cache record ini valid.

» Posted by: jaim at January 28, 2005 11:46 AM

hi roy! (TM)

* tolong dong bukti-buktinya kalo dia memang masih dibutuhkan di dunia telematika!
Yg saya tahu, setiap kali ada yg mau ngajak diskusi soal pendapat dan komentarnya, dia selalu ngeles... Apa yg kayak gitu pantas disebut pakar?

* FYI, yg benar adalah "mengubah", BUKAN "merubah". :)

* Kenapa harus memaksa memakai referensi URL yg sdh tidak valid? Adakan sesuatu yg penting di situ?

» Posted by: Ben at January 28, 2005 12:53 PM

beberapa hal :)

1. apa salahnya menyatakan sebuah fakta dengan probabilitas? misalnya "kemungkinan besar foto ini asli", "hampir bisa dipastikan foto ini asli" atau bahkan "foto ini adalah asli dengan tingkat kepercayaan 99.5%". saya kira polisi, hakim atau masyarakat sangat bisa mengerti pernyataan-pernyataan ini.

2. khusus untuk kasus sukma ayu, harus dipertanyakan tujuannya membuktikan keaslian foto tersebut? kalaupun ternyata palsu, pelakunya tetap harus ditindak bukan?

3. banyak pernyataan RS memiliki probabilitas kebenaran 0%. misalnya "saya pernah diberitahu friendster bahwa 68% data friendster adalah palsu". mudah sekali memverifikasi pernyataan seperti itu, tinggal hubungi pihak yang tahu jawabannya :)

4. masalahnya bukan pernyataan RS 100% adalah salah, menurut saya pasti ada pernyataan RS yang benar (misalnya jumlah antena parabola atau mercedes benz di rumahnya :)), tetapi jika pernyataan RS salah, beliau tidak bisa menerima argumen dari pihak-pihak yang setuju argumen beliau, dan malah melakukan serangan ad-hominem

5. masyarakat itu bukan merupakan entitas yang homogen, dalam hal ini, ada yang bersifat kritis menyikapi segala sesuatu, dan ada yang bersikap menerima saja. masyarakat cenderung 'menyukai' isu yang heboh. RS bisa memberikan sesuatu yang diinginkan masyarakat walaupun metodologinya secara teknis tidak dapat dipercaya. kalau sudah gini bagaimana?

6. sebenarnya saya sendiri pernah berpikir "ngapain sih ngurusin orang gitu". tapi lama-lama hal-hal miring ini mengusik pikiran saya juga. triggernya adalah ketika SA meninggal dunia, dan pernyataan beliau tentang pahlawan kesiangan. apakah orang seperti ini pantas menjadi personifikasi TI Indonesia?

7. That said, saya juga berharap 'ketidaksukaan' orang-orang IT Indonesia terhadap RS bisa dimanifestasikan dalam bentuk yang lebih positif. Misalnya dengan memberi informasi/sanggahan dari ucapan RS kepada para wartawan dan masyarakat luas. Mumpung isu wartawan-pelaku TI di milis teknologia-technomedia masih cukup hangat. Tapi dari beberapa rekan yang saya ajak berkontribusi baru saya & Enda yang ikutan :) mana nih yang lain? :) padahal waktu saya posting "fenomena hi roy" yang sifatnya 'having fun' dalam satu jam sudah ada 20+ komentar :)

8. Hi Roy!™

» Posted by: Priyadi at January 28, 2005 04:08 PM

hi roy!

» Posted by: negative at January 28, 2005 04:43 PM

Hi Roy!™

Bye Roy!™

» Posted by: alfa at January 28, 2005 07:49 PM

trekbeknya gak jalan :(

Hi Roy!

» Posted by: idban at January 28, 2005 08:39 PM

mo asli ato bukan yg penting foto saya dan kika di blog itu memang asli lho!

wah... sebegitu bodoh 'kah masyarakat kita? ngga lah... lagian sudah ada mas jaimy sang pakar! indonesia bakal aman deh! hehehe... paan siyy :-)

» Posted by: dodY at January 29, 2005 02:55 PM

hi roy :p

» Posted by: kroni anti Roy at January 29, 2005 08:53 PM

ah, roy suryo memang menjadi tokoh yang fenomenal. dimana-mana selalu menjadi bahan pembicaraan.

Seneng banget kali ya, kalo dia bisa ikutan discuss entah di komentar seperti ini atau membuat blog sendiri dan mengeluarkan statement yang dia punya. Tapi kapan ya dia punya blog/site sendiri?

Oh Roy....

Hi Roy!™

» Posted by: dudi at February 11, 2005 04:27 PM

yah telat
hi roy!™

» Posted by: arjuna at February 13, 2005 10:54 AM

Post a comment







Remember personal info?






 

Search

Archives


Get Firefox!
Perhatian: Informasi yang terdapat disini bener-bener hanya merepresentasikan cerita, pengalaman, ataupun pandangan yang merupakan opini pribadi dari saya sebagai ego. Segala hal yang bersifat pandangan ke depan sebenarnya lebih bersifat spekulatif dan bisa saja berobah meski saya bukan bunglon.