J.a.i.m's Diary

Ambalat belong to Indonesia

Dari sejak beberapa waktu kemarin negara kita bersitegang dengan malaysia soal Ambalat, hingga muncul gerakan "Ambalat belong to Indonesia" saya terus bertanya-tanya, apa saja sih dasar kita meyakini kalo ambalat itu benar-benar milik bangsa Indonesia. Setelah membongkar referensi yang bisa saya dapet secara online, saya akhirnya memandang tindakan malaysia tersebut sudah keterlaluan jika menarik garis batas tersebut berdasar atas pulau Sipadan dan Ligitan yang dulu juga diambil dari kita, padahal seharusnya mereka tahu bahwa dalam konvensi hukum laut sendiri tidak dibenarkan:

1. An island is a naturally formed area of land, surrounded by water, which is above water at high tide.
2. Except as provided for in paragraph 3, the territorial sea, the contiguous zone, the exclusive economic zone and the continental shelf of an island are determined in accordance with the provisions of this Convention applicable to other land territory.
3. Rocks which cannot sustain human habitation or economic life of their own shall have no exclusive economic zone or continental shelf.
   --- UNCLOS, Regime of islands (VIII), Pasal 121

Belum lagi dasar kalau kepulauan ambalat itu sendiri merupakan bagian dari laut sulawesi berdasarkan patahan dan kontinentalnya dan bukan bagian dari kalimantan.

Di sisi lain, ketegangan antara kedua negara ini sebenarnya malah sudah berubah menjadi perang di dunia maya, baik situs-situs pemerintah ataupun swasta kedua negara menjadi sasaran penyerangan dari komunitas underground. Kondisi yang ndak kondusif dan cenderung merusak ini membuat Budi Raharjo, pakar keamanan jaringan Indonesia, menghimbau pada semua pihak untuk menghentikan kegiatan-kegiatan pengrusakan tersebut.

Kepada Hacker & Cracker Indonesia & Malaysia,

Saya mengharapkan anda tidak melakukan penyerangan atau/dan pengrusakan situs-situs Indonesia dan Malaysia.

Saya mengerti bahwa akhir-akhir ini beberapa masalah di dunia nyata membuat kita kesal dan marah. Namun kekesalan tersebut sebaiknya tidak dilimpahkan ke dunia maya (cyberspace). Semestinya sebelum melakukan aksi yang berdampak negatif, kita bisa melakukan langkah-langkah positif seperti melakukan dialog (melalui email, mailing list, bulletin board, blog, dan media elektronik lainnya).

Kita harus ingat bahwa kita hidup bertetangga dan bersaudara. Yang namanya hidup bertetangga pasti mengalami perbedaan pendapat. Mari kita belajar bertetangga dengan baik.

Saya berharap agar kita yang hidup di dunia maya mencontohkan bagaimana kita menyelesaikan permasalahan dengan kepala dingin dan hati yang lapang, sehingga para pemimpin kita di dunia nyata dapat mencontoh penyelesaian damai. Mudah-mudahan mereka dapat lebih arif dan bijaksana dalam mengambil keputusan.

Sekali lagi, mohon penyerangan dihentikan sebelum kita masuk ke tindakan atau aktivitas yang membuat kita menyesal di kemudian hari.

Damai itu indah ...

Budi Rahardjo (ID-CERT)

Terlepas dari masalah ambalat, menyinggung himbauan beliau untuk melakukan dialog melalui blog sebagai salah satu media diskusi yang disebutkannya, Tim Bray dari Sun Microsystem menulis artikel tentang sepuluh alasan blogging bisa menunjang karier kerja.

Blogging clearly isn't going to help that proportion of people who aren't really up to their job, or who are prone to inarticulate flaming, or both. But then, those people tend to have career problems anyhow. Put it another way: not blogging won't protect you from career-limiting moves, and if blogging provokes one, well, you were probably going to do it anyhow.
   --- Ten Reasons Why Blogging is Good For Your Career

So, mari kita gunakan waktu kita untuk kegiatan yang lebih positif. :-)

T.R.A.C.K.B.A.C.K:
Listed below are links to weblogs that reference this entry. Were you wish to trackback this entry, just copy and paste the URL below to your blog posting.
Otherwise, if you wish to add a comment to this entry, please click new comment.

C.O.M.M.E.N.T.S:
Listed below are comments from my friends regarding to this entry. If you wish, you may also add a comment by clicking new comment.

Mangkane kuwi kang... aku nggawe gerakan sing jenenge "Ambalat Belongs to Indonesia!". Suwi2 Malaysia tambah ngelunjak je. Tapi yo ngono, lek iso dimarekno secara damai wae lah. Gak usah perang2-an ngono, kesel!
BTW... ora melu masang banner-e kang? :D

» Posted by: bee at March 12, 2005 02:36 PM

saya berencana menyebarkan tulisan Pak Budi ke berbagai milis. Mungkin saja statement Pak Budi bisa meredakan kemarahan para kalangan underground.

Kalo ada waktu luang, sebarkan juga ya. Bahkan jeffooi.com sudah setuju dengan statement pak budi.

» Posted by: dudi at March 12, 2005 02:51 PM

walah.. saya bukan dr tarakan, im. hehe.. denger drmn ?
ttg ambalat, saya serahkan pada yg lebih mengerti dan memahami secara detail apa yg mereka bicarakan. tidak menuliskan apa2 di blog sendiri ataupun tanpa memasang embel2 di blog, tidak melulu diartikan tidak mencintai indonesia. tapi, saya menghargai semua yg berusaha menggunakan jalan damai untuk masalah ini.
moga tak akan ada perang. :)

» Posted by: sa at March 12, 2005 06:52 PM

#1: rencananya sih gitu bee, tapi lg ndak bisa masuk cpanel-nya nih, jadi ndak bisa upload template, begitu juga nasibnya update gravatar.. :(

#2: di milis lain sudah sih, skr di blog sendiri.

#3: ohh, soory deh sa, sy kira dirimu asalnya dari tarakan sana deh, kl ndak salah ini sy liat di friendster. :-)

» Posted by: jaim at March 14, 2005 08:38 AM

Iya, gw juga baca berita ini dimana mana...waduuuhh kenapa sih tuh malaysia uda kaya begitu masi aja rakus ??..

» Posted by: Shierly at March 14, 2005 04:52 PM

Pak, nek aku sih perang wae! kirim aja pengungsi ke malaysia 10 juta, pasti wis bikin pening malysia. Penduduk Indonesia isih akeh..he..he

» Posted by: ag at March 26, 2005 07:51 AM

ag#: he he he... jadi kirim aja preman-preman, kapak merah itu ke malaysia buat jadi TKI ya.. pasti pening deh.. :)

» Posted by: jaim at March 26, 2005 08:12 AM

Post a comment







Remember personal info?






 

Search

Archives


Get Firefox!
Perhatian: Informasi yang terdapat disini bener-bener hanya merepresentasikan cerita, pengalaman, ataupun pandangan yang merupakan opini pribadi dari saya sebagai ego. Segala hal yang bersifat pandangan ke depan sebenarnya lebih bersifat spekulatif dan bisa saja berobah meski saya bukan bunglon.