SEMUA orang bisa menjadi monyet di jaringan internet, menjadi pepatah yang menggambarkan betapa kemajuan teknologi komunikasi informasi ini menjadi sangat rawan dalam diseminasi informasi.
--- Tendangan Milis
Berawal dari sebuah artikel di sebuah harian kompas, pada kolom teknologi informasi tanggal 02 Mei 2005 lalu yang berjudul tendangan milis, saya jadi tergelitik ingin tahu sebenarnya masalah apa yang melatarbelakanginya hingga artikel tersebut ditulis secara arogan dan emosional seperti itu, apalagi hal ini terjadi pada KOMPAS sebagai sebuah harian surat kabar terkemuka di indonesia terhadap keberadaan milis dan aktifitas yang sering terjadi di dalamnya, apalagi ujung-ujungnya hingga sampai pada gugatan secara hukum.
Melalui media detik.com dan posting dari rekan-rekan blogger, saya mulai menemukan titik terang setelah membaca postingan-postingan berikut:
Kompas, KPU dan Sengatan Tajam Satria Kepencet di Milis ITB,
Wartawan "Kompas" Tuntut Basuki,
Satria Kepencet, Whistleblower, Anonimitas dan Kompas,
Tendangan milis, ciaaaaat!,
Ketika Penerus Informasi Disomasi,
Cara Kompas Menghadapi Kritik,
Kompas vs BS,
Satria Kepencet Tinggalkan Jejak EW di Milis ITB,
Kompas Laporkan Basuki Suhardiman ke Polda Metro.
Email forwarding, atau oleh kompas lebih dikenal sebagai "tendangan" sebenarnya adalah hal yang biasa dilakukan dalam komunitas milis ataupun newsgroup dalam beraktifitas di internet, begitu pula halnya dengan anonimitas yang digunakan oleh si pengirimnya.
Masalahnya akan menjadi ruwet ketika informasi yang disampaikan tersebut melibatkan sebuah institusi ataupun individu tertentu yang terkait dalam institusi tersebut, apalagi isu yang disampaikannya pun cukup panas, berkaitan dengan keterlibatan wartawan surat kabar harian kompas yang disenarai menerima "gaji bulanan" dari salah seorang anggota KPU.
Isu ini menjadi ramai ketika media informasi Detik mulai memberitakannya, chain email pun menjadi tidak terbendung yang pada akhirnya menguak tabir itu dengan sendirinya atas siapa yang dimaksud dengan "Dik" dalam isu tersebut.
Hal yang disayangkan dalam hal ini adalah cara kompas dalam menghadapi kritik yang terkait atas pemberitaan tersebut, mungkin saja pemberitaan tersebut memang tidak berdasar, namun proses pencarian kebenaran atas pemberitaan tersebut sayangnya bukan dengan menelaah ISI DARI PEMBERITAANNYA melainkan mencari-cari siapa membuat berita yang dikirimkan oleh seseorang yang anonim.
Anonimitas adalah hal yang wajar, dalam arti hal seharusnya kita tetap menghargai dan tidak membuat kita dengan semena-mena mengabaikan kualitas atas materi pemberitaan tersebut. Hal ini bisa jadi dilakukan karena HUKUM kita tidak mampu untuk melindungi mereka-mereka yang mencoba mengungkapkan kebenaran, ia dilakukan untuk melindungi diri sebagai pribadi dan keselamatan keluarga dari segala bentuk ancaman karena negara ini belum memiliki perangkat yang cukup untuk melindungi yang benar.
Adalah satu tanggung jawab kita untuk memilah-milah dan menelaah kebenaran atas pemberitaan tersebut, dan bukan dengan serta-merta, emosional, menuduh bahwa isi berita tidak dapat dipercaya karena berasal dari pengirim anonim yang dikatakan sebagai monyet internet, dan melalui media email/milis. Sangat disayangkan saja jika media massa terkemuka seperti kompas menulis artikel dengan menyatakan bahwa milis bukanlah sumber informasi yang layak dipercaya karena tidak memiliki kredibilitas seperti halnya KOMPAS, dan dimanfaatkan oleh "monyet-monyet" yang tidak bertanggung jawab.
Media informasi seperti milis (meski tidak seluruhnya adalah demikian) memang merupakan cermin dari kebebasan berpendapat. Siapapun bisa mengungkapkan pendapatnya, tidak peduli apakah ia seorang pakar, kuli tinta, ataukah hanyalah seorang tukang sapu jalanan. Filtering atas suatu postingan member hanya sebatas menjaga agar isi materi yang disampaikan tetap berada dalam batasan-batasan dari tujuan milis tersebut, moderator umumnya tidak melakukan filtering terhadap validitas atas materi yang disampaikan. Karena itu pula lah, tugas untuk memilah-milah, menelaah, atau mencari validitas atas satu pemberitaan terletak pada masing-masing orang yang membacanya, namun ini TIDAK berarti menjadi simpulan bahwa informasi yang didapat dari milis TIDAK BISA DIPERCAYA.
Dengan demikian jika media massa terkemuka seperti kompas bisa sampai menyatakan bahwa milis bukanlah sumber informasi yang layak dipercaya dan tidak kredibel, justru sebenarnya menunjukkan secara jelas bahwa masyarakat pers sendiri ternyata belum siap, belum bisa mensikapi secara dewasa terhadap keberadaan internet dengan segala atributnya, termasuk dalam hal ini adalah anonimitas yang menjadi salah satu bagian yang tidak terpisahkan dalam dunia maya ini.
Listed below are links to weblogs that reference this entry. Were you wish to trackback this entry, just copy and paste the URL below to your blog posting.
Otherwise, if you wish to add a comment to this entry, please click new comment.
» Kompas dan Eksistensi Blog
Seperti biasa, senin adalah waktu bagi kompas untuk mengulas berbagai perkembangan seputar teknologi informasi. Dan hari ini pula, melalui kolom tersebut kompas mengulas tentang... [Read More]
From J.a.i.m's Diary, on May 9, 2005 05:49 PM
Listed below are comments from my friends regarding to this entry. If you wish, you may also add a comment by clicking new comment.
Post a comment


kredibilitas, kompeten dan atribut-atribut seperti ini hanya dibutuhkan oleh mereka-mereka yang tidak percaya diri.
» Posted by: avianto at May 7, 2005 02:30 PM
sepertinya memang seperti itu, waktu orba berakhir pers bersorak-sorak, ini lah masanya kebebasan pers, sayangnya pola pikir dalam menelaah pemberitaan tetap saja seperti orba dulu, bukan pada APA tapi lebih pada SIAPA. :(
» Posted by: jaim at May 7, 2005 02:42 PM
mereka terjebak dalam ironi yang mereka ciptakan sendiri. katanya informasi dari milis tidak kredibel, lantas kenapa harus kebakaran jenggot melaporkan basuki kalau memang hakkul yakin informasinya tidak kredibel? kalau punya keyakinan ya support sendiri dong keyakinan itu, huehehe.
» Posted by: ryosaeba at May 7, 2005 03:15 PMada2 aja..
» Posted by: geekgirl at May 9, 2005 08:48 AMdan gak nyangka kompas bisa "kena" juga. pdhl daku pikir kompas itu cukup kredibel..
Thanks
» Posted by: risiyanto at May 9, 2005 09:56 AM