J.a.i.m's Diary

Kompas dan Eksistensi Blog

Seperti biasa, senin adalah waktu bagi kompas untuk mengulas berbagai perkembangan seputar teknologi informasi. Dan hari ini pula, melalui kolom tersebut kompas mengulas tentang KOLOM 8@9. Sama halnya dengan jay, saya sendiri masih kurang paham mengapa kompas menggunakan bahasa slang dengan "8@9", apakah yang dimaksud dengan "8@9" tersebut adalah "BLOG", "BOG", atau "BAG"? Hanya saja dari uraiannya uraiannya sepertinya lebih mengarah pada eksitensi media weblog/blog sebagai salah satu dari internet-based news media.

Sayangnya meski demikian, ulasan tersebut bukanlah ulasan yang positif, melainkan bersifat menuduh bahwa eksistensi blog di indonesia tidak memiliki tujuan dan manfaat yang jelas, seperti yang pernah diutarakan oleh kompas pada kolom yang sama minggu lalu tentang eksistensi milis.

Turunan teknologi internet seperti mailing list, e-mail, maupun blog yang di berbagai negara digunakan sebagai sarana efektif untuk berkomunikasi dan tukar-menukar pendapat, di Indonesia menjadi ajang yang sering tidak jelas tujuan dan manfaatnya.
   --- sumber: KOLOM 8@9

Harus diakui bahwa weblog banyak memberikan 'sentuhan pribadi' penulisnya, dan artikel yang terdapat di dalamnya terkadang mengesankan subjektifitas, meski tentu tidak seluruhnya demikian. Namun hal ini seharusnya bisa dipahami karena pada umumnya weblog dimiliki secara individual, penulis merangkap sebagai editor redaksional. Karena sifatnya yang demikian, nilai lebih sebuah weblog adalah kemampuannya untuk menjalin kedekatan secara lebih baik dengan pembacanya, informal, dan universal. Siapapun bebas berkomentar tentang suatu materi yang diposting, terlepas dari apakah penulisnya mengijinkan komentar tersebut dipublish atau tidak.

Meski mengesankan subjektifitas, hal ini bukan berarti informasi yang terdapat pada sebuah blog tidak bisa dipercaya. Umumnya blog menyertakan URI sebagai asal/darimana informasi tersebut didapatkan dalam menyampaikan opini dan/ataupun analisis atas isu yang dilontarkan. Hal ini memungkinkan pembaca untuk melakukan cross cek atas validitas berita yang disampaikan, saya yakin tentunya ini adalah cara terbaik untuk mendapatkan berita yang lebih akurat atas postingan sebuah blog. Jika memang informasi tersebut tidak/kurang benar, maka kolom komentar disediakan untuk memberikan koreksi, sanggahan, ataupun responsi atas isu yang disampaikan, melalui media inilah interaksi bisa terjadi antara pembaca dengan penulis terhadap materi yang ditulisnya. Hal ini yang tidak terdapat pada media informasi konvensional yang lebih banyak bersifat unidirectional, dan kurang memberikan kesempatan bagi pembacanya dalam menyampaikan kritik, saran, sanggahan, langsung pada artikel yang dimaksud seperti halnya pada weblog. Sayang saja jika proses interaksi seperti ini disebutkan sebagai debat kusir yang tidak jelas tujuan dan manfaatnya.

Namun meski demikian, setidaknya hal positif yang bisa diambil dari ulasan kompas mengenai blog tersebut meski bersifat negatif adalah kenyataan bahwa wartawan kompas-pun sebenarnya sudah mulai memanfaatkan blog ini sebagai media alternatif dalam mencari informasi. Jika tidak, mana ada coba ulasan seperti itu di kompas... :-)

T.R.A.C.K.B.A.C.K:
Listed below are links to weblogs that reference this entry. Were you wish to trackback this entry, just copy and paste the URL below to your blog posting.
Otherwise, if you wish to add a comment to this entry, please click new comment.

C.O.M.M.E.N.T.S:
Listed below are comments from my friends regarding to this entry. If you wish, you may also add a comment by clicking new comment.

Post a comment







Remember personal info?






 

Search

Archives


Get Firefox!
Perhatian: Informasi yang terdapat disini bener-bener hanya merepresentasikan cerita, pengalaman, ataupun pandangan yang merupakan opini pribadi dari saya sebagai ego. Segala hal yang bersifat pandangan ke depan sebenarnya lebih bersifat spekulatif dan bisa saja berobah meski saya bukan bunglon.